Pernahkah kamu berada di titik di mana semua usaha terasa sia-sia?
Saat surat lamaran dikirim ke puluhan tempat, namun tak satu pun menjawab.
Saat waktu terus berjalan, tapi kesempatan seolah berhenti.
“Aku Harus Bagaimana” adalah kisah seorang wanita yang berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun mencari pekerjaan, namun tak pernah diterima. Ia mencoba bertahan di tengah harapan yang perlahan memudar.
Melalui visual sederhana dan nuansa kota yang sendu, karya ini menggambarkan perjalanan batin seseorang yang terus berjuang meski hampir menyerah.
Ia bukan hanya mencari pekerjaan, tapi mencari makna hidup di antara penantian panjang yang sunyi.
Hingga pada akhirnya, di tengah kelelahan dan tangis yang diam, ia hanya mampu berbisik,
“Tuhan… aku tak minta bahagia. Aku hanya ingin tahu… aku harus bagaimana?”
Karya ini diciptakan untuk semua yang pernah merasa gagal, untuk mereka yang berjuang dalam diam, dan untuk hati yang masih memilih percaya, meski dunia terasa tak berpihak.
Karena sesungguhnya, tidak ada usaha yang sia-sia,
dan setiap air mata pun membawa doa yang didengar — hanya belum dijawab.
Judul: Aku Harus Bagaimana
[Verse 1]
Sudah sejauh ini aku melangkah,
menyimpan luka di balik tawa.
Hidup terasa getir dan pasrah,
tapi aku tak ingin berhenti di tengah.
[Pre-Chorus]
Kadang ingin menyerah saja,
saat harapan terasa hampa.
Namun hati kecil berbisik lirih,
“Tetaplah… Tuhan tak pernah pergi.”
[Chorus]
Aku berusaha sabar, tapi lelah rasanya,
air mata jatuh tanpa suara.
Tuhan, aku hanya ingin tahu,
aku harus bagaimana…
[Verse 2]
Langit pun tahu aku mencoba,
meski langkah sering tak seirama.
Cobaan datang tanpa aba-aba,
mengajariku arti cinta yang nyata.
[Bridge]
Mungkin Kau ingin aku tenang,
belajar ikhlas tanpa banyak tanya.
Tapi kadang jiwa ini goyah,
tak sanggup menahan segala duka.
[Chorus – Reprise]
Aku berusaha sabar, tapi sering kalah,
namun aku tahu Kau dengar resah.
biarlah air mata jadi petunjuk arahku.
[Outro]
Dan bila aku tak kuat lagi,
peluklah hatiku yang sendiri.
Tuhan, aku tak minta bahagia,
hanya ingin tahu…
aku harus bagaimana.
norma yulisthia