Coba bayangin ketika manusia dikirim ke era di mana bumi belum kenal yang namanya belas kasih.
Hutan dengan semak-semak lebat menyembunyikan mata predator, dan lautan menyimpan monster purba yang belum pernah di lihat manusia secara langsung.
Tanpa senjata canggih, tanpa teknologi, Cuma naluri bertahan hidup?
Berburu… sekaligus diburu.
Setiap langkah adalah taruhan antara hidup dan mati.
Di tengah ketakutan dan kegelapan, manusia kembali ke bentuk paling mentahnya: makhluk rapuh yang mencoba menyalakan api kecil di tengah dunia yang menelannya hidup-hidup.
“Saat evolusi mundur, manusia belajar arti sebenarnya dari kata bertahan.”
Silahkan dinikmati, visual dari sinopsis di atas.
Immanuel Manurung