Dari banyak spesies alien, Nusantara kedatangan alien terhebat di galaksi. Senjatanya bukan laser atau bom plasma — tapi lidah berbisa. Lidah yang mampu menebar dusta, memutarbalikkan makna, dan menjajah tanpa harus menembakkan satu peluru pun.
Mereka disebut Penjajah Kata. Datang dengan wajah suci, berbicara atas nama kebenaran, namun di baliknya, mengatur narasi dan mengendalikan persepsi.
Penjajahan kini tak lagi soal wilayah, melainkan tentang siapa yang berhasil menguasai pikiran dan makna.
Nusantara menjadi medan perang baru: antara cahaya kesadaran dan kabut kebohongan.
Dan di tengah kekacauan narasi, Ksatria Nusantara bangkit — membawa frekuensi untuk melawan dengan cahaya.
Agung