Wafatnya Raja Tarumanegara, Prabu Linggawarman, memicu goyahnya kekuasaan Tarumanegara. Satu per satu kerajaan kecil melepaskan diri dari naungan Tarumanegara. Di tengah keguncangan itu, Adipati Wretikandayun tampil dengan tuntutan berani: pembagian wilayah kekuasaan kepada Prabu Tarusbawa, menantu mendiang raja yang kini memegang tampuk pemerintahan.
Keputusan besar pun diambil. Tarumanegara dipecah, melahirkan dua kekuatan baru—Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh—sebuah langkah yang diharapkan membawa ketenangan, namun justru membuka lembaran baru pertikaian.
Di saat yang sama, Dapunta Hyang, Raja Sriwijaya, bersama permaisurinya Puteri Sobakancana—adik dari Dewi Manasih, istri Prabu Tarusbawa—merencanakan langkah untuk membantu menjaga perdamaian di Tanah Jawa dengan mengirimkan pasukan Sriwijaya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini?
Mari kita ikuti bersama Seri SinemaAI Darah & Mahkota di Chapter 4: Kemelut di Tanah Jawa.
Cekgu Arman
Guru Informatika & Koding AI, Narasumber Koding & AI Kemendikdasmen 2025, Content Creator.