Dalam Chapter 2: Darah & Mahkota – Pemberontakan Kandra Kayet, kemenangan justru menjadi awal dari pengkhianatan. Setelah berhasil merebut kembali Benteng Mukha Upang di Bukit Siguntang, Swarnabumi, Dapunta Hyang menetapkan babak baru dengan mengubah Swarnabumi menjadi Palembang, serta mengangkat Panglima Tandrun Luah sebagai Dapunta di tanah tersebut.
Namun ambisi Kandra Kayet tak pernah padam. Ia mencoba membujuk Tandrun Luah untuk bersekutu dan mengguncang kedaulatan Dapunta Hyang. Penolakan tegas berujung pada duel sengit tingkat tinggi—pertempuran yang menumpahkan darah dan merenggut nyawa Tandrun Luah.
Ketika mahkota dipertaruhkan, kesetiaan menjadi taruhan terakhir.
Cekgu Arman
Guru Informatika & Koding AI, Narasumber Koding & AI Kemendikdasmen 2025, Content Creator.