Tiga utusan khalifah akhirnya tiba di puncak Bukit Jempol, di Kadipaten Lahat, wilayah Kedatuan Sriwijaya dengan membawa satu misi suci: mengambil kembali Pedang Zulfikar yang telah dicuri dari Damaskus. Namun hal ini ditolak mentah-mentah oleh Finhas al-Misri putra Ka’ab, sosok ambisius yang ingin menjadikan pedang legendaris nabawiyah itu sebagai legitimasinya untuk berkuasa di kedatuan Sriwijaya maupun bumi Jawa. Ketegangan berubah menjadi perang terbuka. Dentuman senjata mengguncang bukit, sementara Dapunta Hyang bersama permaisuri Sobakancana yang menyaksikan semuanya akhirnya ikut turun langsung ke medan laga. Di tengah kekacauan, duel penentu takdir pun terjadi — Furqon dengan cambuk pusaka Sawtul Qodar berhadapan dengan Finhas yang mengayunkan Pedang Zulfikar. Dua senjata dari masa kenabian bertemu. Hanya satu yang akan bertahan.
Cekgu Arman
Guru Informatika & Koding AI, Narasumber Koding & AI Kemendikdasmen 2025, Content Creator.