Di masa depan, ketika teknologi telah membawa manusia melintasi bintang, sebuah misi eksplorasi dikirim ke planet asing yang belum pernah dijelajahi.
Seorang astronot mendarat di dunia yang dipenuhi hutan bercahaya—indah, sunyi, namun terasa hidup.
Dengan bantuan Artificial Intelligence, ia mulai memindai lingkungan sekitarnya.
“Unknown biosphere detected…
This ecosystem appears interconnected.”
Awalnya, semua tampak seperti ekosistem biasa.
Namun perlahan, AI menemukan sesuatu yang tak terduga.
Akar-akar pohon membentuk jaringan… seperti sistem saraf.
Analisis berkembang.
“Analysis complete…
This planet behaves like a living neural system.”
Apa yang terlihat sebagai hutan… ternyata adalah bagian dari kecerdasan planet itu sendiri.
Ketika AI mencoba menerjemahkan sinyal misterius dari jaringan tersebut— Planet itu pun berbicara.
“Translating planetary signal…”
Bukan dengan suara… tetapi melalui teknologi yang diciptakan manusia.
Ia mengetahui segalanya. Tentang manusia. Tentang kehancuran yang mereka tinggalkan. Dan ia menolak.
Astronot itu dikembalikan dan dipaksa pulang ke Bumi.
Dalam keheningan luar angkasa, satu pesan tersisa:
Bahwa teknologi dapat membawa manusia lebih jauh dari sebelumnya… tetapi tidak menjadikan mereka lebih bijak.
Rini Lim